Sabtu dan Minggu, 9 – 10 Januari 2010 SMA Negeri 70 Jakarta mengadakan pelatihan guru penyemai potensi yang bekerjasama dengan yayasan sejiwa. Sebagai trainer/pembimbing pelatihan ini adalah Ibu Diena Haryana, pengasuh rubric interaktif Bull et Teen for Peace.
Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru, khususnya memahami peran dan tanggung jawab sebagai guru, menampilkan kewibawaan dan suri tauladan, memotivasi secara efektif, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, memberikan instruksi secara efektif, menegakkan disiplin dan menegur secara arif. Dalam pelatihan ini, seluruh guru dilatih bagaimana menjadi guru yang profesional, mengembangkan nilai-nilai luhur, bagaimana menanggapi suatu masalah, menjaga integritas pribadi dan bagaimana mengatasi bullying. Menurut Ibu Diena, perilaku manusia dipengaruhi oleh 88% otak bawah sadar dan 12% otak sadar. Di dalam otak bawah sadar tertanam habits/kebiasaan, nilai-nilai, sistem kepercayaan dan adat istiadat. Semakin tinggi ego seseorang, semakin rendah nilai-nilai luhurnya. Ada 3 kategori dalam menanggapi suatu masalah yaitu bertindak positif (asertif) dan bertindak negatif (agresif atau pasif). Asertif mengedepankan nilai-nilai luhur sedangkan pasif dan agresif cenderung merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, seorang guru harus menjaga integritas pribadinya, tindakan sesuai dengan perkataannya berdasarkan nilai-nilai luhur. Akhir dari pelatihan ini, guru-guru secara kompak mengusulkan ide-ide untuk memajukan sekolah dan menjadikan SMAN 70 sebagai sekolah anti-Bullying. (Ade N) |